KREDIT SMART
Ditulis oleh Administrator Senin, 06 Februari 2012 12:33
PT Artha Nusa Sembada bekerjasama dengan Vittana, mempunyai misi dengan jalan memberikan akses dan menciptakan pasar untuk pinjaman pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia dengan meluncurkan produk kredit pendidikan yang kami sebut sebagai Kredit SMART (Kredit Sekolah Mahasiswa dan Pelajar Terpadu).
PT. Artha Nusa Sembada mempunyai tujuan dengan cara menyediakan akses keuangan untuk mendapatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui kemitraan dengan BPR-BPR dalam pemberian pinjaman yang terjangkau oleh masyarakat
Kredit SMART adalah produk pinjaman pendidikan untuk mahasiswa yang lulus dalam 12 s/d 18 bulan terakhir atau pelajar yang sedang mengambil sertifikasi keahlian, kursus-kursus keahlian dan juga untuk pelajar SMK yang duduk di kelas 3, yang dananya berasal dari donatur seluruh dunia.
Spesifikasi Kredit SMART :
-
Maksimum Pinjaman – US$ 2,500 (Rp. 21 juta)
-
Pembayaran bunga saja, selama masa tenggang (Grace Period) – 0-12 bulan. Masa tenggang diberikan kepada pelajar untuk tidak membayar dulu pokok pinjaman ketika mereka masih belum lulus sekolah. Dengan mensyaratkan mereka hanya membayar bunga saja selama masa tenggang, pelajar dapat membangun hubungan dengan staff BPR.
-
Tingkat suku bunga per bulan 1,5% flat
-
Jaminan : ijazah atau jaminan aset lainnya
Persyaratan Kredit SMART :
Persyaratan Untuk Mahasiswa
-
IPK minimal 2,75
-
Mahasiswa yang akan lulus dalam 12-18 bulan terakhir
-
Pelajar yang sedang mengambil sertifikasi/kursus-kursus keahlian
-
Usia minimal 18 tahun
-
Slip gaji (bagi yang sudah bekerja)
Persyaratan Untuk Orang Tua
- Photo Copy KTP Suami Istri dan Kartu Keluarga
- Photo Copy Surat Jaminan
- Rekening Listrik/Telepon/PAM bulan terakhir
- Slip gaji terakhir
ANS & Vittana care for education in Indonesia
Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 28 September 2011 12:50 Ditulis oleh Administrator Rabu, 28 September 2011 10:27
PEKALONGAN – Vittana, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Kushal Chakrabarti, seorang warga Amerika keturunan India, bekerjasama dengan ANS Grup dalam pemberian pinjaman lunak tanpa jaminan bagi mahasiswa yang membutuhkan biaya bagi kelangsungan pendidikannya di Indonesia.
Dalam pengenalan program perdana di Indonesia yang dimulai di Pekalongan, Jelena Jakulj dari Vittana menuturkan, pihaknya sedang merintis program Vittana dimana pihak donatur memberikan pinjaman lunak dengan bunga maksimal 1.5% per bulan flat tanpa jaminan yang akan diangsur setelah mahasiswa yang mendapatkan pinjaman tersebut lulus.
Program Vittana sendiri sudah berlangsung sejak tahun 2008 dengan bekerja sama dengan lembaga pembiayaan mikro yang ada di negara-negara berkembang, salah satunya di Indonesia.
PT. Artha Nusa Sembada
| BULETIN WARTHA |
Buletin yang selama ini berisi tentang informasi-informasi seputar perkembangan BPR group ANS dan dunia perbankan telah "dihidupkan" kembali melalui media yang berbeda. Forum resmi group-ans yang diharapkan dapat berguna untuk semua kalangan tidak terbatas hanya kepada seluruh karyawan BPR group ANS tetapi terbuka untuk umum.
Forum group ANS diasuh oleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Baik dari masalah Finansial, Metode grameen, Teknologi Informasi, Manajemen, dll. Maju terus Buletin Wartha, cayoooo....
Buletin Warna
Buletin yang selama ini berisi tentang informasi-informasi seputar perkembangan BPR group ANS dan dunia perbankan telah "dihidupkan" kembali melalui media yang berbeda. Forum resmi group-ans yang diharapkan dapat berguna untuk semua kalangan tidak terbatas hanya kepada seluruh karyawan BPR group ANS tetapi terbuka untuk umum.
Forum group ANS diasuh oleh orang-orang yang ahli dibidangnya. Baik dari masalah Finansial, Metode grameen, Teknologi Informasi, Manajemen, dll. Maju terus Buletin Wartha, cayoooo....
Bank Indonesia Batasi Penyaluran Kredit BPR
Ratna menambahkan, hal ini tertuang ke dalam kebijakan bank sentral di tahun 2010 dimana BPR akan dibuat menjadi komunitas bank sendiri. "Selain itu, pada tahun ini juga akan dibuat Apex atau induk dari BPR," jelas Ratna.Apex atau lembaga dana khusus bagi BPR menurut Ratna akan memberikan banyak sisi positif bagi BPR."Dibentuknya Apex nantinya supaya bisa BPR lebih melayani nasabahnya. Misalnya biasanya transfer antar bank tidak boleh, maka nanti kalau ada Apex jadi diperbolehkan. Melalui Apex juga nantinya ada insentif dan disinsentif bagi bank yang bagus serta modalnya kuat," papar Ratna.Lebih lanjut Ratna menambahkan, sisi pengawasan melalui Apex tersebut akan lebih fokus juga. "Karena salah satu fungsi Apex itu juga untuk pengawas," tandasnya.





